DUGAAN KORUPSI MEGA PROYEK

 Ketum GPHN RI," KUAT DUGAAN 

GUBERNUR SULSEL TERLIBAT KORUPSI BERJAMAAH



JAKARTA, - Operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan KPK terhadap Nurdin Abdullah pada Jumat (26/2/2021). OTT tersebut diduga ada kaitanya dengan dugaan korupsi Mega proyek Makasar New Port (MNP), hal itu dikatakan Ketua Umum GPHN-RI Madun Hariyadi dalam keteranganya kepada wartawan, Sabtu (27/2/21).


Menurut Madun, proyek tersebut sementara masih berjalan, namun diduga sarat dengan KKN dan kuat dugaan melibatkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama sama dengan aparat Pemerintah Provinsi Sulsel dan juga keluarganya.


"hal yang paling mencolok dalam dugaan tipikor ini adalah adanya rekayasa sistemik terkait modus yang di lakukan, yakni terdapat kejanggalan pada proses pengurusan dokumen di dinas penanaman modal", ujar Madun. 


Dan juga, lanjut Madun, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Sulsel yang demikian cepat terkait pengurusan AMDAL kepada dua perusahan yakni PT. Banteng Laut Indonesia dan PT Nugraha Timur Indonesia. 

Menurut Madun, kedua PT tersebut diketahui mempunyai kedekatan kuat dengan Gubernur Sulsel serta keluarganya. 


"Sedangkan untuk perusahan perusahan lain tidak diperlakukan sama", ungkap Madun. 


Madun juga menambahakan, bahwa diketahui Direktur Benteng Laut Indonesia beserta pemegang sahamnya dan juga pemegang saham PT Nugraha Timur Indonesia merupakan sahabat dari anak Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Dan juga merupakan bagian tim pemenangan Nurdin Abdullah di Pilgub tahun 2018 lalu. 



"untuk itu saya yakin OTT yang di lakukan oleh KPK terhadap Gubernur Sulsel sudah memiliki bukti yang kuat", jelas Madun Hariyadi.


TIM REDAKSI

Komentar

Halaman

Usai Polemik Iuran, Kini Legalitas Ketua Komite SDN Pasirkadu 4 Dipertanyakan

Sinergi Warga dan Sekolah, SDN Padaherang 2 Gelar Haflah Tasyakuran Sekaligus Pelepasan Siswa

MELINDUNGI NAMA BAIK, H. JUNAEDI LAPORKAN PENYEBAR TUDUHAN PALSU KE KRIMSUS SIBER POLDA BANTEN

Diduga Pungut Rp90 Ribu per Siswa, Pelepasan dan Kenaikan Kelas SDN Kadubadak Disorot