Dana BOS SDN Sumurbatu 3 Disoal, GOWI Pandeglang Geram dan Desak Audit Total


Dana BOS SDN Sumurbatu 3 Disoal, GOWI Pandeglang Geram dan Desak Audit Total

MKO -PANDEGLANG – Klarifikasi yang disampaikan Kepala Sekolah SDN Sumurbatu 3, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, di salah satu media, justru menimbulkan gelombang reaksi keras dari kalangan organisasi pers. Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia (GOWI) Pandeglang—yang terdiri dari GWI, MOI, dan AWDI—menyatakan sikap tegas, menuding klarifikasi tersebut terkesan menutupi persoalan, dan mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS.


Reaynold Kurniawan, Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, menegaskan bahwa publik berhak mengetahui secara transparan ke mana larinya anggaran pendidikan yang mencapai ratusan juta rupiah setiap tahunnya.

“Jangan sampai Dana BOS hanya jadi bancakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami minta Dinas Pendidikan segera lakukan audit terbuka, bukan sekadar klarifikasi sepihak,” katanya geram.

Sementara itu, Imron, pengurus MOI DPC Kabupaten Pandeglang, menilai klarifikasi kepala sekolah tidak menyentuh inti masalah. “Justru banyak kejanggalan yang semakin terkuak. Klarifikasi itu tidak menjawab pertanyaan mendasar soal transparansi anggaran, malah menimbulkan tanda tanya baru,” ujarnya menohok.

Jaka Somantri, Sekjen AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, menambahkan bahwa GOWI tidak akan tinggal diam. Ia mendesak Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memeriksa penggunaan Dana BOS dari tahun 2023 hingga 2025. “Jangan sampai dunia pendidikan kita tercoreng oleh praktik dugaan penyalahgunaan anggaran. Audit ini harus dilakukan terbuka agar masyarakat tahu fakta yang sebenarnya,” tegasnya.

Soleh, anggota Badak Banten Perjuangan (BBP) DPC Kabupaten Pandeglang

Dukungan juga datang dari organisasi masyarakat. Soleh, anggota Badak Banten Perjuangan (BBP) DPC Kabupaten Pandeglang, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal bersama para wartawan agar persoalan ini tidak dipetieskan. “BBP akan berdiri di barisan masyarakat.

'Jika ada penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS, maka harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan hak anak didik,” tegas Soleh'.

Dengan sikap keras ini, GOWI bersama elemen masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan hingga tuntas. Mereka berjanji tidak akan berhenti bersuara sampai ada transparansi dan kejelasan soal penggunaan Dana BOS di SDN Sumurbatu 3.(Tim/Red)

Komentar

Halaman

Usai Polemik Iuran, Kini Legalitas Ketua Komite SDN Pasirkadu 4 Dipertanyakan

Sinergi Warga dan Sekolah, SDN Padaherang 2 Gelar Haflah Tasyakuran Sekaligus Pelepasan Siswa

MELINDUNGI NAMA BAIK, H. JUNAEDI LAPORKAN PENYEBAR TUDUHAN PALSU KE KRIMSUS SIBER POLDA BANTEN

Diduga Pungut Rp90 Ribu per Siswa, Pelepasan dan Kenaikan Kelas SDN Kadubadak Disorot