MAUNG Soroti Tragedi Penambang PETI di Kapuas Hulu: Ketum Hadysa Prana Desak Penegakan Hukum Tegas dan Solusi Sosial
Ketum MAUNG Hadysa Prana: Penambangan Ilegal Bukan Hanya Masalah Hukum, Tapi Juga Sosial dan Lingkungan MKO, JAKARTA, 9 Maret 2026 – Peristiwa tragis tujuh penambang emas tanpa izin (PETI) yang tewas tertimbun tanah runtuh di Desa Bugang, Kecamatan Tepuai, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Minggu (8/3) menjadi sorotan tajam dari Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG). Ketua Umum DPP MAUNG, Hadysa Prana, mengambil peran sentral dalam menyuarakan keprihatinan organisasi serta menuntut tindakan nyata dari pihak berwenang terkait insiden yang merenggut nyawa empat perempuan dan tiga laki-laki tersebut. Dalam konferensi pers yang diadakan secara daring pada Senin (9/3/26), Hadysa Prana membuka pernyataannya dengan rasa duka yang mendalam. "Kami dari MAUNG turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga korban tragedi di Kapuas Hulu. Nyawa tujuh orang yang hilang ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari kegagalan sistem dalam mengawasi dan men...