Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 12, 2026

Oknum DPRD Diduga Lindungi Proyek Bermasalah, DPD Rajawali Purwakarta Soroti Integritas Lembaga Legislati

Gambar
Oknum DPRD Diduga Jadi Backing Cileunca Waterpark, DPD RAJAWALI Purwakarta : Ujian Integritas Lembaga Pemerintahan MKO, Purwakarta,Jabar — 12 Maret 2024, Polemik dugaan pelanggaran izin pembangunan Cileunca Waterpark di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Purwakarta semakin terkuak ke permukaan. Selain sorotan terkait status lahan yang diduga berada di kawasan pertanian sesuai peruntukan tata ruang, kini muncul isu serius yang mengemuka di tengah masyarakat: adanya dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Purwakarta yang disebut-sebut menjadi “backing” atau pelindung bagi proyek wisata tersebut.   Isu ini tidak dapat dianggap sebatas rumor semata. Pengamat Kebijakan Publik di Purwakarta, Agus M. Yasin, menyatakan bahwa dalam konteks tata kelola pemerintahan daerah, keterlibatan atau intervensi politik terhadap proses perizinan pembangunan dapat menjadi persoalan serius yang berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku.   “Dugaan tersebut berkaitan erat dengan proses alih fungs...

Upah PPPK paruh waktu & penuh waktu guru kab Pandeglang DIDUGA dipotong oknum Disdikpora yang berkedok zakat

Gambar
  Upah PPPK paruh waktu & penuh waktu guru kab Pandeglang DIDUGA dipotong oknum Disdikpora yang berkedok zakat MKO Pandeglang - Oknum bendahara Disdikpora kabupaten Pandeglang menuai sorotan publik, karena diduga melakukan pemotongan upah PPPK paruh waktu dan PPPK penuh waktu tenaga pengajar/guru berkisar Rp 52.300 per penerima dari upah PPPK tersebut. Selain itu ada juga dugaan pemotongan Rp 43.000 yang menurut informasinya di peruntukan untuk zakat. Berdasarkan hasil informasi dari aktivis kab Pandeglang Ilham kamil menuturkan kepada awak media upah PPPK paruh waktu dan upah PPPK penuh waktu guru tersebut dipotong tanpa adanya konfirmasi atau kesepakatan bersama antara pihak. Ilham juga menilai oknum Disdikpora sudah mencederai marwah dunia pendidikan yang seharusnya mencerminkan akuntabilitas kinerja birokrasi yang bersih dari korupsi kolusi dan nepotisme/KKN. Sementara di tempat yang sama ketua aktivis kab Pandeglang Humaedi yang lebih akrab disapa Bule sangat mengecam adan...

Diduga Kurang Perawatan, Gedung SDN Sukamulya 2 Cikeusik Disorot: Kemana Dana BOS 2024–2025

Gambar
  Diduga Kurang Perawatan, Gedung SDN Sukamulya 2 Cikeusik Disorot: Kemana Dana BOS 2024–2025 MKO Pandeglang -Banten Kondisi gedung sekolah yang kusam dan kurang perawatan dinilai dapat berdampak pada kenyamanan serta konsentrasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Minimnya pemeliharaan rutin seperti pembersihan maupun perbaikan kerusakan ringan juga berpotensi menurunkan kualitas lingkungan belajar di sekolah.(12/03/26) Hal tersebut terlihat pada bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamulya 2 yang berada di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian tembok sekolah tampak kusam dan kurang terawat. Selain itu, beberapa kaca jendela dilaporkan pecah bahkan tidak lagi terpasang. Padahal, pemerintah setiap tahunnya mengucurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang salah satu peruntukannya adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah guna menunjang mutu serta kualitas kegiatan belajar mengajar. Saat dikonf...

Surat Konfirmasi Tak Dijawab, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati Sungai Liberia yang Diduga akibat Limbah Kilang Ubi

Gambar
  Surat Konfirmasi Tak Dijawab, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati Sungai Liberia yang Diduga akibat Limbah Kilang Ubi MKO, SERGAI SUMUT -  Tragedi ekologis di Sungai Liberia, Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumut, yang mengakibatkan ribuan ikan mati mendadak, tampaknya menemui jalan buntu. Hingga hari ini, kasus yang diduga kuat akibat pencemaran limbah cair kilang ubi tersebut tidak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (12/03/2026).  Berdasarkan informasi yang dihimpun, awak media telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada  Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, pada tanggal 04 Maret 2026, terkait kelanjutan penanganan kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, surat tersebut tidak mendapatkan jawaban atau respons apapun. Sikap diam ini menimbulkan kecurigaan serius di kalangan masyarakat dan publik. Dugaan "main mata" antara pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Se...

Ketua Gapoktan Sei Rejo Pastikan Perbaikan Pintu Air Irigasi Rampung Keseluruhannya Sesuai Spesifikasi

Gambar
  Ketua Gapoktan Sei Rejo Pastikan Perbaikan Pintu Air Irigasi Rampung Keseluruhannya Sesuai Spesifikasi MKO, SERGAI SUMUT -  Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait proyek pengadaan pintu air irigasi di Desa Sei Rejo yang menelan anggaran sekitar 180 jutaan anggaran tahun 2024, dinilai kurang maksimal, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sei Rejo, Rijal, memberikan klarifikasi resmi. Saat ditemui dikediamannya pada Rabu (11/3), Rijal menegaskan bahwa seluruh titik pekerjaan yang sempat dikeluhkan kini telah selesai diperbaiki sepenuhnya, Kamis (12/03/2026).  Proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut sempat menjadi sorotan karena dituding dikerjakan "asal jadi" dan tidak memenuhi spesifikasi teknis. Namun, Rijal menjelaskan bahwa pihaknya telah merespons masukan tersebut dengan melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh di lapangan. "Kami menerima semua masukan dari masyarakat dan rekan-rekan media sebagai bentuk kontrol sosial. Hari ini saya ...