MAUNG Tegas: Kembali ke Fitrah adalah Kemenangan Hakiki di Idul Fitri 2026
Ketua Umum MAUNG: Kemenangan Sejati Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Kembali pada Fitrah yang Murni
MKO Jakarta, 19 Maret 2026, Menyambut perayaan Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada tahun 2026 ini, Ketua Umum DPP LSM MAUNG menyampaikan ucapan selamat hari kemenangan kepada seluruh umat Islam dan masyarakat luas. Dalam pesannya, ia menguraikan makna mendalam dari kata "fitrah" yang menjadi akar dari nama hari raya ini, serta menghubungkannya dengan esensi kemenangan yang sejati.
Menurut Hadysa Prana Ketua Umum DPP LSM MAUNG, kata fitrah berasal dari akar kata bahasa Arab yang berarti membuka atau menguak, serta dari akar kata al-fathr yang bermakna belahan. Dari makna-makna tersebut, lahirlah arti lain seperti penciptaan dan kejadian. Fitrah sendiri didefinisikan sebagai keadaan asal kejadian, kemurnian keadaan, dan kembali ke asal.
"Manusia terlahir dengan naluri yang mengetahui keberadaan Tuhan, dan naluri inilah yang disebut fitrah. Fitrah adalah keadaan asal yang murni dalam diri manusia yang mengarahkannya untuk mengakui kebenaran akan keberadaan Tuhan dan mengikuti petunjuk-Nya, baik melalui akal maupun wahyu," ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterbitkan hari ini. Kamis (19/03/26).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kembali kepada fitrah dapat dipahami sebagai kembali mengenali tujuan dan dasar penciptaan diri. Oleh karena itu, Idul Fitri bukan sekadar perayaan ritual, melainkan momen untuk merayakan kemenangan hakiki—yaitu kemenangan diri dalam kembali ke fitrah yang murni.
"Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Bathin,Selamat menyambut dan merayakan hari kemenangan (Idul Fitri) 2026 bagi siapapun yang telah mencapai menang hakiki itu sendiri. Semoga perayaan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menjaga kemurnian fitrah, memperbaiki diri, dan bergerak bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik, sejalan dengan tujuan penciptaan kita," tambahnya.
Sebagai organisasi yang bergerak di tengah masyarakat, LSM MAUNG berkomitmen untuk terus menjadikan nilai-nilai fitrah sebagai landasan dalam setiap langkah dan kegiatan yang dijalankan. Ketua Umum menegaskan bahwa kemenangan sejati yang dirayakan di Idul Fitri haruslah tercermin dalam sikap saling menghormati, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.
"Semoga semangat Idul Fitri ini tidak hanya membawa kedamaian dan kebahagiaan di hari raya, tetapi juga menjadi api yang terus menyala dalam diri kita untuk berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Mari kita jaga persatuan, perkuat toleransi, dan bangun masa depan yang lebih cerah dengan berpegang pada fitrah yang murni," pungkasnya.
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG

Komentar
Posting Komentar