Wamen Ekraf Ingin Rantai Industri Gim Nasional Diperkuat dengan Target Pasar Global


Kementerian Ekraf Dukung Percepatan Akses Developer ke Pasar Global

MKO, Jakarta, 29 April 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, ingin memperkuat peran _publisher_ atau penerbit gim lokal agar akses pengembang-pengembang gim di Indonesia semakin terbuka. _Publisher_ sendiri berperan penting sebagai jembatan bagi pengembang gim untuk merambah pasar global.


“Industri gim Indonesia memiliki talenta yang kuat, namun masih membutuhkan jembatan menuju pasar global dalam bentuk pendanaan, pendampingan, dan distribusi,” kata Wamen Ekraf saat menghadiri menghadiri Yellow Hearts Launch Day di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta, Rabu (29/4).


Kegiatan ini menjadi ruang temu antara Kementerian Ekraf, pelaku industri, dan asosiasi gim yang terhubung melalui IGDX 2025 serta berbagai program inkubasi dan kompetisi gim nasional. Wamen Ekraf menambahkan bahwa lahirnya dua gim perdana Yellow Hearts, yakni TypeCaster karya TBA Studio dan Irradiant Skies karya Cuboids Studio, menunjukkan hasil konkret dari proses pembinaan ekosistem yang berkelanjutan.


“Keduanya menunjukkan bagaimana ekosistem bekerja, mulai dari pembinaan, kompetisi, hingga _business matchmaking_ yang mempertemukan talenta dengan industri,” lanjut Wamen Ekraf.


Dari sisi pemerintah, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menilai Yellow Hearts menjadi bukti penguatan ekosistem digital nasional yang semakin terintegrasi.


“Talenta lokal dapat berkembang lebih cepat ketika dipertemukan dengan industri melalui ekosistem yang tepat,” ujarnya.


Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menilai kehadiran publisher lokal memberikan efisiensi dalam pengembangan gim nasional. Sedangkan Head of Publishing Yellow Hearts, Brian Chuang, menyampaikan bahwa Yellow Hearts hadir untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri gim global.


“_Publisher_ lokal membuat _developer_ bisa fokus pada produksi gim, sementara aspek bisnis dan distribusi ditangani lebih dekat dan adaptif,” ujar Shafiq.


“Kami ingin menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia, dengan fokus pada penguatan _developer_, kolaborasi budaya, dan pembangunan IP yang kompetitif secara global,” sambung Brian.


Kementerian Ekraf menegaskan bahwa penguatan _publisher_ lokal merupakan strategi memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta mempercepat pertumbuhan industri gim sebagai salah satu _the new engine of growth_ ekonomi kreatif Indonesia.


Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam kegiatan tersebut yaitu Direktur Gim Luat Sihombing.


*Kiagoos Irvan Faisal*

*Kepala Biro Komunikasi*

*Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif*


Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif, 

kunjungi *https://ekraf.go.id/news*

Komentar

Halaman

Korban Fitnah Pengeroyokan Penyiksaan Dan Percobaan Pembunuhan M.Sodik SH.MH Meminta Pertanggung Jawaban Kapolres Pandeglang Dan 8 Kades Satu Camat

Ketidakhadiran Ketua BPD dalam Audiensi Picu Kekecewaan, Komando HAM Desak Penindakan Tegas

Puluhan Pengeroyok Terhadap Seorang Advocat Di Bojen' Dilaporkan KE Polda Banten

Aan Kudrotulloh Ketua Yayasan Pelita Bulakan serta Kabid PPA Kabupaten Serang Melly Berikan Penyuluhan Serta Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Di Cinangka

Akses Lumpuh, Warga Padaherang Gotong Royong Perbaiki Jembatan Tanpa Bantuan Pemerintah