Menteri Ekraf Harap Kult Kreo 2026 Jadi Wadah yang Tampilkan Potensi Ekraf Berbagai Daerah
MKO, Jakarta, 4 Februari 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut positif inisiatif penyelenggaraan Kult Kreo 2026. Menteri Ekraf menekankan _event_ yang digagas Dayakrea Mega Pradana ini seiring dengan misi Kementerian Ekraf untuk mendorong inovasi dan kreativitas melalui pengembangan _Intellectual Property_ (IP) dalam suatu event berskala nasional.
“Kementerian Ekraf melihat Kult Kreo 2026 bisa menjadi _event_ yang mampu meningkatkan kualitas, kapasitas, dan daya saing IP nasional. Momen ini juga bisa melibatkan pihak perwakilan dari IP _financing_ seperti MAPPI, jaringan bank Himbara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan _stakeholder_ terkait yang menguatkan ekosistem pembiayaan berbasis kekayaan intelektual,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi penyelenggara Kult Kreo 2026 di Autograph Tower, Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.
Kult Kreo 2026 menjadi ajang kolaborasi nasional yang menghadirkan pameran, forum inspiratif, acara penghargaan, dan pertunjukan kreatif sebagai wadah menampilkan potensi ekonomi kreatif dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis yang berkelanjutan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 8-11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 dengan target 80.000 pengunjung dan keterlibatan 150 _brand_ multinasional.
“Konsep acaranya bisa menarik banyak pengunjung, hanya saja subsektor ekraf yang terlibat di sini masih terlalu luas sehingga harus dikurasi lagi mana saja IP-IP yang berpotensi dikolaborasikan dengan asosiasi-asosiasi dari Kementerian Ekraf. Bisa juga dibuat konsep acara seperti Brightspot Market, Jakarta Toys and Comic Fair, dan acara-acara kreatif lain,” imbuh Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Selaras dengan pernyataan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi menilai bahwa _event_ Kult Kreo 2026 akan menjadi bahan pertimbangan dan harus menerima arahan sehingga kolaborasi ke depan bisa memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih optimal.
“Skala acara ini masih terlalu besar sehingga subsektor yang terlibat juga harus dipilih kembali supaya menjadi representasi dari tujuan Kult Kreo 2026. Mungkin bisa dipilih 3 sampai 4 subsektor saja yang difokuskan dan kita akan diskusi teknis lebih lanjut terkait _event_ ini,” tambah Deputi Cecep.
Dayakrea Mega Pradana merupakan perusahaan yang berkomitmen dalam pengembangan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui inisiatif kolaboratif lintas sektor. Perusahaan ini secara aktif mendorong sinergi antara pemerintah, pegiat bisnis, komunitas kreatif, dan akademisi untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing sektor ekonomi kreatif Indonesia. Dalam pertemuan ini, juga dibahas tantangan dan pendanaan _event_ sehingga bisa menjangkau lebih banyak sponsor.
“Tujuan Kult Kreo 2026 yaitu membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis IP yang mendukung visi Indonesia Emas 2045. Manfaat untuk para peserta yang hadir nantinya tentu untuk mendapat akses terhadap potensi IP dan peluang pengembangan strategis dengan kreator, industri, dan pemangku kepentingan sehingga bisa melakukan _branding_ dan akses ke inovasi-inovasi baru,” ungkap Direktur Utama Dayakrea Mega Pradana, Jeffrey Eugene Talumewo.
Turut mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky yaitu Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala serta Tenaga Ahli Menteri Panji Purboyo. Tampak hadir dalam audiensi tersebut perwakilan Dayakrea Mega Pradana yaitu Project Manager Geraldine Nadya, Managing Director Srianti Mantong, Koordinator Expo Novira Arisanty, Koordinator Forum Fenti, dan Koordinator Promosi Jeihan.
*Kiagoos Irvan Faisal*
*Kepala Biro Komunikasi*
*Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif*
Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif,
kunjungi https://ekraf.go.id/news.

Komentar
Posting Komentar