Hak Jawab SDN Kadumalati 1: Dana BOS Digunakan Sesuai Skala Prioritas, Sekolah Tegaskan Komitmen Transparansi

 


Hak Jawab SDN Kadumalati 1: Dana BOS Digunakan Sesuai Skala Prioritas, Sekolah Tegaskan Komitmen Transparansi

‎MKO Pandeglang, Banten — Kepala SDN Kadumalati 1, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan hak jawab atas pemberitaan salah satu media online yang menyoroti kondisi fasilitas sekolah dan mempertanyakan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


Sorotan publik muncul ditemukannya plafon jebol di salah satu ruangan saat kunjungan awak media. Kondisi tersebut kemudian memicu pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran, khususnya dalam pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

‎Menanggapi hal itu, pihak sekolah menegaskan bahwa pengelolaan dana BOS telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip skala prioritas. Alokasi untuk pemeliharaan fasilitas, yang berkisar sekitar 5 persen per tahun, difokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak dan berdampak langsung terhadap keselamatan serta aktivitas belajar mengajar.

‎Data yang disampaikan pihak sekolah menunjukkan bahwa pada tahun 2025, anggaran perawatan diarahkan untuk penanganan longsor di area belakang sekolah yang berpotensi membahayakan. Langkah yang diambil berupa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai upaya mitigasi risiko.

‎Pada tahun 2024, penggunaan dana difokuskan pada pembangunan pot bunga serta pemasangan keramik dinding dan lantai di kamar mandi belakang. Sementara pada tahun 2023, perbaikan diarahkan pada pemasangan paving block di halaman sekolah guna meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan.

‎Untuk tahun anggaran 2026, pihak sekolah memastikan bahwa dana BOS belum cair sehingga belum terdapat realisasi kegiatan pemeliharaan. Meski demikian, sejumlah rencana perbaikan telah disusun, antara lain perbaikan plafon ruang guru, pengecatan gedung, serta pembenahan pagar sekolah.

‎Pihak sekolah juga menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya telah dilengkapi dengan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang sah dan sesuai aturan administrasi.

‎“Kami bekerja berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Setiap rupiah digunakan secara bertahap, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas pihak sekolah.

‎Dengan jumlah siswa sekitar 145 orang, besaran dana BOS yang diterima relatif terbatas. Kondisi ini membuat sekolah harus melakukan pengelolaan anggaran secara selektif, sehingga tidak seluruh kebutuhan perbaikan dapat dilakukan dalam waktu bersamaan.

‎Terkait isu transparansi, pihak sekolah menilai bahwa persepsi yang berkembang belum sepenuhnya mencerminkan kondisi faktual di lapangan. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat justru memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kepala Sekolah, Jahir Setia Miharja, S.Pd.I, yang dinilai berhasil meningkatkan disiplin tenaga pendidik serta kualitas proses pembelajaran.

‎Hal tersebut turut diperkuat oleh pernyataan Koordinator Wilayah Disdikpora Kecamatan Sindangresmi, Al Jubaedah, S.Pd, yang menyebut dukungan masyarakat terhadap kepala sekolah cukup kuat. Bahkan, ketika muncul rencana mutasi, guru dan warga meminta agar kebijakan tersebut ditinjau kembali.

‎“Kepercayaan masyarakat menjadi indikator bahwa kepemimpinan yang berjalan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

‎Meski demikian, pihak sekolah tetap membuka ruang evaluasi dan kritik konstruktif. Upaya peningkatan transparansi akan terus diperkuat, termasuk melalui penyampaian laporan penggunaan dana kepada wali murid dan publik secara lebih terbuka.

‎Hak jawab ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh, akurat, dan berimbang kepada masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan dana BOS di SDN Kadumalati 1 dilakukan secara akuntabel, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan prioritas demi mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik. (slh/ Red )

Komentar

Halaman

Korban Fitnah Pengeroyokan Penyiksaan Dan Percobaan Pembunuhan M.Sodik SH.MH Meminta Pertanggung Jawaban Kapolres Pandeglang Dan 8 Kades Satu Camat

Subsidi Disalahgunakan, Polda Banten Amankan 8 Pelaku dan Ribuan Liter BBM

Refleksi Reformasi: Mahasiswa dan Aktivis Soroti Ancaman Kemunduran Demokrasi

KEJATI SUMSEL BERHASIL SELAMATKAN KEUANGAN NEGARA ±1,2 TRILIUN DALAM PERKARA DUGAAN TIPIKOR PEMBERIAN FASILITAS KREDIT DARI SALAH SATU BANK PEMERINTAH KEPADA PT. BSS DAN PT. SAL