Kementerian Ekraf Dukung Penguatan _Cybersecurity_ Ekosistem Kreatif Digital
MKO, EKRAF Jakarta, 6 Mei 2026* - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat ekosistem industri kreatif digital, salah satunya melalui penguatan sektor keamanan siber (_cybersecurity_). Hal ini mengemuka dalam pertemuan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dengan sejumlah pelaku industri _cybersecurity_ di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan serta daya saing sektor digital nasional. Terlebih, subsektor aplikasi dan pengembangan digital saat ini tercatat sebagai penyumbang investasi terbesar di sektor ekonomi kreatif, dengan nilai mencapai Rp54,18 triliun.
Melihat potensi tersebut, Menteri Ekraf mendukung inisiatif pembentukan asosiasi _cybersecurity_ guna memperkuat perlindungan serta keberlanjutan ekosistem digital nasional.
"Ditengah tantangan yang ada, Kementerian Ekraf terus berupaya mendukung dengan terus hadir ke dalam berbagai agenda pada 17 subsektor dengan tujuan untuk membuka akses pasar, membuka partner bisnis atau investment. Sebagai contoh Kementerian Ekraf hadir dalam Gamescom dengan membawa sejumlah game developer salah satunya Gambir Studio yang berhasil mendapatkan investasi membuat game buatannya tersebut mencapai 52 ribu download,” ujarnya, Rabu (6/5).
Teuku Riefky juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar dan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan _hexahelix_.
“Harapannya kami dapat membantu dari segi akses pasar, ataupun _trust_ dari industri di Indonesia untuk memakai produk dalam negerinya yang telah dibuat. Juga untuk eksposurnya di dalam ataupun di luar negeri termasuk memfasilitasi kolaborasi lintas kementerian lembaga termasuk BUMN,” harapnya.
CEO Spentra, Royke Tobing, menyampaikan bahwa kehadiran komunitas dan perusahaan cybersecurity selaras dengan visi pemerintah dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional. Ia juga menyatakan kesiapan untuk membentuk asosiasi yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi dan perlindungan bagi pelaku industri kreatif.
“Kami mengharapkan bagaimana semua _small medium enterprise_ dan yang menghasilkan produk-produk kreatif ini terlindungi, artinya semua member dari asosiasi ini bisa support anggota lain,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam serta Direktur Aplikasi, Tri Wahyudi.
Hadir pula Founder & CEO Cyber Army Indonesia Girindro Pringgo Digdo; Direktur Corporate Strategic & Services PT Media Telekomunikasi Mandiri Sugeng Jadmoko; IT Manager PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sekaligus Wakil Ketua Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (Wantrii) Yogi Indra Gunawan; serta Direktur Utama PT Sinergi Informatika Semen Indonesia Achmad Tholchah.
*Kiagoos Irvan Faisal*
*Kepala Biro Komunikasi*
*Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif*
Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif,
kunjungi *https://ekraf.go.id/news*

Komentar
Posting Komentar