Penandatanganan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA)


Penandatanganan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA)

MKO, Kamis,30 Oktober 2025, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso mendampingi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hatarto yang hadir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyaksikan Penandatanganan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade Protocol yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, (28 Okt).


Sebelumnya, Indonesia melalui Mendag Busan telah mendatangani secara resmi dokumen ACFTA 3.0 pada Sabtu (25 Okt).


Pada kesempatan tersebut, Mendag menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap peningkatan perjanjian ACFTA. ACFTA merupakan perjanjian perdagangan paling awal yang dimiliki ASEAN dengan mitra eksternal sehingga diperlukan peningkatan untuk menyesuaikan perkembangan dan solusi bagi tantangan perdagangan modern.


Mendag menambahkan, peningkatan perjanjian ACFTA 3.0 ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi ASEAN-Tiongkok, tetapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia. 


Melalui kerja sama ini, Indonesia dapat memperoleh manfaat nyata, terutama dalam peningkatan kapasitas dari negara mitra.

ACFTA 3.0 merupakan langkah konkret dalam menyesuaikan kebutuhan seluruh negara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan dan menghadapi perubahan global. 


Komitmen pemerintah terhadap perkembangan isu ekonomi, seperti pada bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, dan konektivitas rantai pasok pada ACFTA 3.0 selaras dengan komitmen Kemendag pada Perjanjian ACFTA 3.0.


Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso mendampingi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hatarto yang hadir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyaksikan Penandatanganan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade Protocol yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, (28 Okt).


Sebelumnya, Indonesia melalui Mendag Busan telah mendatangani secara resmi dokumen ACFTA 3.0 pada Sabtu (25 Okt).


Pada kesempatan tersebut, Mendag menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap peningkatan perjanjian ACFTA. ACFTA merupakan perjanjian perdagangan paling awal yang dimiliki ASEAN dengan mitra eksternal sehingga diperlukan peningkatan untuk menyesuaikan perkembangan dan solusi bagi tantangan perdagangan modern.


Mendag menambahkan, peningkatan perjanjian ACFTA 3.0 ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi ASEAN-Tiongkok, tetapi juga membuka peluang besar bagi Indonesia. Melalui kerja sama ini, Indonesia dapat memperoleh manfaat nyata, terutama dalam peningkatan kapasitas dari negara mitra.


ACFTA 3.0 merupakan langkah konkret dalam menyesuaikan kebutuhan seluruh negara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan dan menghadapi perubahan global. Komitmen pemerintah terhadap perkembangan isu ekonomi, seperti pada bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, dan konektivitas rantai pasok pada ACFTA 3.0 selaras dengan komitmen Kemendag pada Perjanjian ACFTA 3.0.

Komentar

Halaman

Korban Fitnah Pengeroyokan Penyiksaan Dan Percobaan Pembunuhan M.Sodik SH.MH Meminta Pertanggung Jawaban Kapolres Pandeglang Dan 8 Kades Satu Camat

Subsidi Disalahgunakan, Polda Banten Amankan 8 Pelaku dan Ribuan Liter BBM

Refleksi Reformasi: Mahasiswa dan Aktivis Soroti Ancaman Kemunduran Demokrasi

KEJATI SUMSEL BERHASIL SELAMATKAN KEUANGAN NEGARA ±1,2 TRILIUN DALAM PERKARA DUGAAN TIPIKOR PEMBERIAN FASILITAS KREDIT DARI SALAH SATU BANK PEMERINTAH KEPADA PT. BSS DAN PT. SAL

Hak Jawab SDN Kadumalati 1: Dana BOS Digunakan Sesuai Skala Prioritas, Sekolah Tegaskan Komitmen Transparansi