Manager Kebun Tanah Raja PTPN IV Regional 1 Bungkam Terkait Dugaan Korupsi Kutip Kompo, Penderes Diduga Ditipu Vendor
MKO, SERGAI Sumut – Manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja, Serdang Bedagai, diduga kuat menutup diri terkait adanya praktik pekerjaan kutip kompo pada tanaman karet yang dinilai tidak sesuai prosedur. Hal ini mencuat setelah Manager Kebun Tanah Raja enggan memberikan klarifikasi resmi meskipun surat konfirmasi telah dilayangkan oleh awak media pada hari Senin, 23 Februari 2026.
Pekerjaan kutip kompo yaitu pengambilan sisa-sisa lateks kering atau bekuan karet pada mangkok yang seharusnya dikelola secara transparan oleh vendor melalui proses tender, diduga menyimpang dari aturan tekhnis penerapannya dilapangan.
Bungkamnya Manajemen ketika Konfirmasi resmi yang diajukan mengenai teknis pekerjaan kutip kompo, tidak mendapat tanggapan dari Manager Kebun Tanah Raja tentu menjadi tanda tanya besar bagi publik.
Vendor Diduga Hanya Formalitas: Keberadaan vendor selaku mitra kerja di Kebun Tanah Raja diduga hanya sebatas formalitas, sementara pekerjaan teknis di lapangan seringkali dibebankan kembali ke penderes tanpa transparansi upah yang jelas.
Penderes Dirugikan: Adanya perubahan teknis pekerjaan kutip kompo disinyalir merugikan penderes, yang mengakibatkan nasib penderes tragis karena diduga ditipu oleh manajemennya sendiri.
Ketidaksesuaian Prosedur: Pengerjaan kutip kompo yang seharusnya diselesaikan vendor, kenyataannya dilakukan oleh penderes, namun terjadi ketidakjelasan mengenai pertanggungjawaban pembayaran.
"Sikap bungkamnya manajemen ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik korupsi atau penyalahgunaan jabatan dalam pengelolaan vendor kompo di Kebun Tanah Raja."
Karyawan penderes berharap adanya investigasi mendalam dari pihak PTPN IV Regional 1 maupun instansi terkait, termasuk Kejaksaan atau Kepolisian, untuk memeriksa dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan penderes dan keuangan perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan pada hari Kamis, (05/03/2026), surat konfirmasi yang dikirimkan belum mendapat jawaban resmi dari pihak manajemen Kebun Tanah Raja. (Syahrial).

Komentar
Posting Komentar