Mega Korupsi Pertamina Patra Niaga, Presiden KAI Nilai Lebih Ksatria Erick Thohir Mundur

Mega Korupsi Pertamina Patra Niaga, Presiden KAI Nilai Lebih Ksatria Erick Thohir Mundur

MKO, Jakarta - Mega korupsi di Pertamina Patra Niaga yang merugikan negara hingga Rp1.162,2 triliun, dengan agregat Rp193,7 triliun pada 2018–2023, dinilai telah merobek jantung Indonesia. Telah menyengsarakan dan menyakiti rakyat Indonesia.

Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed, menegaskan bahwa skandal ini bukan sekadar persoalan besaran angka kerugian negara, lebih dari itu, telah menghancurkan kepercayaan rakyat.

“Kejaksaan Agung harus bertindak cepat, tegas tanpa pandang bulu. Kita tidak ingin kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto ikut tergerus akibat kasus ini,” ujar Ali Mahsun Atmo di Jakarta, Rabu, 5 Maret 2025.

Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia itu menilai, jika kasus serupa terjadi di Jepang, para pejabat terkait kemungkinan besar akan memilih harakiri sebagai bentuk tanggung jawab.

Karena itu, menurutnya, sikap ksatria Erick Thohir untuk mundur dari jabatan Menteri BUMN adalah keniscayaan.

“Jika Erick Thohir tetap bertahan, risiko anjloknya kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo semakin besar,” tambahnya.

Ali Mahsun juga menekankan pentingnya perombakan total tata kelola migas di Indonesia. Namun, upaya tersebut dikhawatirkan kehilangan kredibilitas jika Erick Thohir masih menjabat sebagai Menteri BUMN.

“Demi bangsa dan negara, kita semua menantikan sikap ksatria Erick Thohir untuk mundur,” pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998.

Komentar

Halaman

Usai Polemik Iuran, Kini Legalitas Ketua Komite SDN Pasirkadu 4 Dipertanyakan

Sinergi Warga dan Sekolah, SDN Padaherang 2 Gelar Haflah Tasyakuran Sekaligus Pelepasan Siswa

MELINDUNGI NAMA BAIK, H. JUNAEDI LAPORKAN PENYEBAR TUDUHAN PALSU KE KRIMSUS SIBER POLDA BANTEN

Diduga Pungut Rp90 Ribu per Siswa, Pelepasan dan Kenaikan Kelas SDN Kadubadak Disorot