Pemerintah Wajib Buka Mata: Tangis Haru Keluarga Balita Penderita Tumor di Kronjo, Butuh Bantuan untuk Berobat

Pemerintah Wajib Buka Mata: Tangis Haru Keluarga Balita Penderita Tumor di Kronjo, Butuh Bantuan untuk Berobat

MKO Tangerang Banten – Tangis haru menyelimuti rumah sederhana milik pasangan Miran dan Sunengsih di Kampung Pejamuran, RT 003/01, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Mereka tengah berjuang menyelamatkan putri kecil mereka, Soviawati (1 tahun 3 bulan), yang menderita tumor di bagian leher bawah telinga.


Gejala awal penyakit Soviawati mulai muncul saat usianya baru lima bulan. Saat itu, tampak benjolan kecil yang semula dikira pembengkakan biasa. Namun, seiring waktu, benjolan tersebut terus membesar dan mengganggu aktivitas kesehariannya.


Miran menuturkan bahwa meskipun biaya perawatan ditanggung oleh BPJS, mereka kesulitan untuk terus membawa Soviawati kontrol ke rumah sakit lantaran keterbatasan ekonomi. "Biaya berobat memang ditanggung BPJS, tapi kami kesulitan ongkos untuk bolak-balik ke rumah sakit. Kami benar-benar tidak punya," ungkap Miran dengan mata berkaca-kaca, Minggu (20/7/2025), sambil didampingi istrinya.


Pengobatan awal sempat dilakukan di RSU Balaraja dan RSUD Tangerang. Namun, lantaran terbatasnya biaya transportasi dan kebutuhan penunjang lainnya, pengobatan terpaksa dihentikan. Saat ini, Soviawati hanya bisa dirawat di rumah dengan pengobatan seadanya.


Kisah memilukan ini membuka mata tentang kesenjangan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan. Pemerintah daerah maupun pusat diharapkan lebih responsif, tidak hanya dalam menanggung biaya pengobatan, tetapi juga dalam memastikan kemudahan akses menuju layanan kesehatan, termasuk transportasi dan pendampingan bagi keluarga kurang mampu.


Soviawati masih memiliki harapan untuk sembuh. Namun, harapan itu tak bisa berdiri sendiri tanpa uluran tangan para dermawan dan perhatian dari pemerintah. Saat ini, keluarga Soviawati berharap ada bantuan agar anak mereka dapat kembali menjalani pengobatan secara intensif di rumah sakit dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Komentar

Halaman

Usai Polemik Iuran, Kini Legalitas Ketua Komite SDN Pasirkadu 4 Dipertanyakan

Sinergi Warga dan Sekolah, SDN Padaherang 2 Gelar Haflah Tasyakuran Sekaligus Pelepasan Siswa

MELINDUNGI NAMA BAIK, H. JUNAEDI LAPORKAN PENYEBAR TUDUHAN PALSU KE KRIMSUS SIBER POLDA BANTEN

Diduga Pungut Rp90 Ribu per Siswa, Pelepasan dan Kenaikan Kelas SDN Kadubadak Disorot