Laba Tertinggi dalam 10 Tahun, Pertamina Drilling Catat Kinerja Positif di 2025
MKO, Amalia R, Kabar BUMN Sabtu, 6 Juni 2026 ,PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) membukukan hasil kinerja yang menggembirakan sepanjang tahun 2025.
Di tengah tantangan industri jasa pengeboran minyak dan gas bumi, perusahaan berhasil meningkatkan laba bersih dan EBITDA sekaligus menjaga tata kelola perusahaan tetap berada pada kategori sangat baik.
Capaian tersebut memperlihatkan konsistensi perusahaan dalam menopang kebutuhan sektor energi nasional.
Dalam laporan perusahaan yang dipaparkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Jumat (5/6), Pertamina Drilling mencatat laba bersih sebesar USD 29,61 juta pada 2025.
Angka ini meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 23,89 juta sekaligus menjadi capaian laba tertinggi perusahaan selama satu dekade terakhir.
Tak hanya laba bersih, EBITDA Pertamina Drilling juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2025, EBITDA perusahaan tercatat mencapai USD 101,20 juta, naik dari USD 84,02 juta pada 2024 atau tumbuh lebih dari 20 persen.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas bisnis sekaligus memenuhi kebutuhan sektor hulu migas nasional.
"Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan terintegrasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan industri energi nasional," ujar Avep.
Di samping pertumbuhan laba dan EBITDA, Pertamina Drilling juga memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat.
PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) memberikan peringkat nasional jangka panjang di level 'A+(idn)' dengan Outlook Stabil, yang mencerminkan risiko gagal bayar relatif rendah dibandingkan entitas lain di skala nasional Indonesia serta menandakan fundamental bisnis dan kondisi keuangan perusahaan tetap solid.
Selama 2025, perusahaan juga berhasil menghasilkan efisiensi operasional senilai USD 12,8 juta lewat penerapan 21 program inisiatif strategis.
Berkat pencapaian itu, Pertamina Drilling memperoleh penghargaan OPTIMUS Awards 2025 dari Subholding Upstream PT Pertamina.
Kinerja Operasional Mengalami Peningkatan
Dari sisi operasional, Pertamina Drilling berhasil menyelesaikan pengeboran dan pekerjaan pada 433 sumur sepanjang 2025. Selain itu, perusahaan juga mengerjakan 61 offshore workover, meningkat dibandingkan 55 pekerjaan pada tahun sebelumnya
Kinerja operasional lainnya turut mengalami peningkatan, mulai dari Rig Availability sebesar 96,44 persen, Rig Productivity mencapai 70,15 persen, Rig Utilization sebesar 77,22 persen hingga Rig Non-Productive Time (NPT) yang tercatat 1,29 persen
Sementara itu, produktivitas meningkat menjadi 47,92 persen dibanding 40,08 persen pada 2024, sedangkan utilisasi naik menjadi 48,12 persen dari sebelumnya 42,53 persen.
Pertumbuhan paling tinggi terlihat pada layanan Integrated Project Management (IPM) Services. Availability meningkat menjadi 74,18 persen dari 33,37 persen, utilisasi naik menjadi 60,35 persen dari 22,27 persen, serta produktivitas melonjak ke angka 60,35 persen dibandingkan 19,49 persen pada tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa layanan terintegrasi yang dikembangkan Pertamina Drilling semakin banyak dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Indonesia.
Tata Kelola Perusahaan Semakin Menguat
Pada aspek tata kelola, Pertamina Drilling kembali menunjukkan hasil positif sepanjang 2025.
Nilai Assessment Good Corporate Governance (GCG) perusahaan meningkat menjadi 88,72 dari sebelumnya 86,86 pada 2024 dan kembali meraih predikat "Sangat Baik".
Tak hanya itu, perusahaan juga mempertahankan tingkat kepatuhan tinggi melalui sistem Compliance Online yang mencapai 100 persen. Hasil tersebut sesuai target perusahaan dan sama seperti pencapaian pada tahun sebelumnya.
Fokus pada SDM dan Keselamatan Kerja
Sepanjang 2025, Pertamina Drilling berhasil mencatatkan Number of Major Accident (NoA) Zero serta membukukan lebih dari 20,9 juta jam kerja selamat.
Hasil tersebut menunjukkan tingginya aktivitas operasional perusahaan di berbagai wilayah kerja tanpa mengesampingkan aspek keselamatan, didukung pula oleh peningkatan budaya HSSE melalui program Salam Lima Jari.
Pada bidang pengembangan sumber daya manusia, perusahaan juga menggelar berbagai program pelatihan yang diikuti sebanyak 2.379 peserta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kompetensi pekerja sekaligus mempersiapkan SDM menghadapi dinamika industri energi yang terus berkembang
Perluas Program Sosial bagi Masyarakat
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, Pertamina Drilling turut memperluas kontribusi sosial melalui program Corporate Impact and Development (CID).
Jumlah program meningkat dari sembilan program pada 2024 menjadi 10 program sepanjang 2025.
Berbagai program tersebut meliputi pengembangan vokasi tenaga kerja di Riau, bantuan sanitasi sekolah di Indramayu, pembinaan UMKM peternakan di Bojonegoro, penyediaan sistem pengolahan air bersih di Sorong, program budidaya ikan air tawar, bantuan bencana alam di Sumatera, hingga pembangunan drainase di Prabumulih.
Melalui berbagai capaian tersebut, Pertamina Drilling kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional.
Upaya itu diwujudkan melalui kinerja bisnis yang berkelanjutan, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Komentar
Posting Komentar