Gadis Dibawa umur berusia 16 tahun digilir lima pemuda dilapangan pakuaji tangerang


TANGERANG -mediakotaonline.com/MK-
 Seorang gadis dibawa umur berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah SMK di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mendatangi Polresta Tangerang bersama ibunnya aisiyah (40) dan pamannya Usman sapta (32).

Saat Ditanyain wartawan, wanita cantik dibawa umur itu mengaku menjadi korban pemerkosaan 5 Pemuda dilapangan pakuaji kabupaten tangerang. “Iya benar dia digilir lima orang pemuda,” ungkap Usman Sapta paman korban.

AJ adalah warga Desa Kiara Payung, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Dia diperkosa tiga hari lalu sekira pukul 20.00 WIB oleh kawanan lima pemuda dilapangan pakuaji.

Pemerkosaan itu berawal saat seorang temannya bernama Wiwi menjemputnya ke rumah untuk main di lapangan bola. “Dia dijemput sekitar pukul 19.00,” ujannya.

Setelah sampai di Lapangan Bola, mereka kemudian berbaur bersama para tersangka. Saat malam mulai larut, korban meminta agar Wiwi mengantarnya pulang. Namun, permintaan korban ditolak Wiwi. Dia justru diberi minuman kaleng oleh para pemuda di lokasi lapangan tersebut.

“Rupanya minuman itu telah dicampur sesuatu, seperti obat bius, sehingga AJ tak sadarkan diri. Dia pun akhirnya digilir diperkosa secara bergantian oleh beberapa tersangka,”.katanya

Setelah keesokan harinya, korban diantar oleh seorang pelaku. Korban pun langsung menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya karena kemaluannya sakit.

“Awalnya tak mau mengaku soal adanya pemerkosaan, tetapi akhirnya mau buka mulut juga AJ nya. Kami langsung laporkan ke sini (Polres). Ini nomor laporannya: LP/TBL/X/2015 /Resta Tangerang. Saya harap para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya,” tegasnya.(Zecky-M.zakaria/euis.H/

Komentar

Halaman

Diduga Langgar UU KIP, Proyek Irigasi di Munjul Pandeglang Tuai Sorotan

Melalui Talkshow RRI Banten, Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Karhutla dan Konsekuensi Hukum Pembakaran Lahan

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam

Ketum FORSIMEMA-RI Dorong Penguatan Sinergi Melalui Agenda Coffee Morning di Media Centre PN dan Pengadilan Tingkat Banding

Mendes Yandri Minta Masyarakat Waspadai Konten Medsos yang Menyesatkan