Penjual Kopi Yang Cekcok Dengan Suaminya, Spontan Mendatangi Damkar Lebak Karena Jaraknya Dekat


Penjual Kopi Yang Cekcok Dengan Suaminya, Spontan Mendatangi Damkar Lebak Karena Jaraknya Dekat

MKO, Polri Polres Lebak Polda Banten - Atiyah warga Kampung Sabagi, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang kesehariannya berjualan kopi di depan Gedung DPRD Lebak terlibat cekcok dengan Surya suaminya pada Sabtu 15 Februari 2025.

Dari cekcok tersebut, Atiyah yang merasa takut kepada suaminya dengan spontan meminta bantuan kepada petugas Damkar Lebak yang posisinya tidak jauh dari Atiyah berjualan untuk menyelesaikan cekcok dengan suaminya.

Atiyah mengatakan, jika saat dirinya melaporkan kejadian tersebut hanya spontan saja, karena dengan kejadian cekcok tersebut dirinya merasa bingung harus minta bantuan kemana.

"Saat peristiwa cekcok saya takut dan akhirnya datang ke petugas Damkar yang posisinya tidak jauh dari saya berjualan. Suami saya juga dibawa ke kantor Damkar untuk didamaikan," kata Atiyah, yang dikutip dari media Banten News.co.id, Senin (24/2/2025).

Ia mengungkapkan, dirinya sempat akan datang ke Polsek Rangkasbitung, tapi karena posisinya jauh dan bingung maka dengan spontan langsung mendatangi Kantor Damkar Lebak.

"Saya takut sekali makannya datang ke Kantor Damkar Lebak. Petugas Damkar Lebak pun sempat menyarankan untuk melaporkannya ke Polsek, karena posisinya jauh maka diselesaikan di Kantor Damkar," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan diselesaikannya di Kantor Damkar Lebak, akhirnya permasalahan cekcok dengan suaminya sudah selesai juga.

"Alhamdulillah permasalah dengan suami saya sudah selesai," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi cekcok antara Atiyah penjual kopi di depan Gedung DPRD Lebak dengan suaminya Surya  pada tanggal 15 Februari 2025. Karena cekcok tersebut, Atiyah mendatangi Kantor Damkar Lebak untuk meminta bantuan menyelesaikan cekcok dengan suaminya.

Halaman

Diduga Langgar UU KIP, Proyek Irigasi di Munjul Pandeglang Tuai Sorotan

Melalui Talkshow RRI Banten, Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Karhutla dan Konsekuensi Hukum Pembakaran Lahan

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam

Ketum FORSIMEMA-RI Dorong Penguatan Sinergi Melalui Agenda Coffee Morning di Media Centre PN dan Pengadilan Tingkat Banding

Memanusiakan Perempuan dan Anak di Balik Ketukan Palu Pengadilan