Kementerian Ekraf Apresiasi Langkah Kreatifafa Tembus Istanbul Publishing Fellowship Program 2026


Penerbit Buku Pop-Up Kreatifafa Goes Global, Kementerian Ekraf Bangga IP Lokal Mendunia

MKO, Jakarta, 10 Februari 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi keberhasilan penerbit dan studio kreatif Kreatifafa yang resmi terpilih sebagai peserta Istanbul Publishing Fellowship Program 2026. Prestasi Kreatifafa ini merupakan peluang strategis untuk memasarkan hak cipta (_right selling_) buku-buku pop-up Kreatifafa sekaligus membangun jaringan dengan penerbit maupun distributor internasional.


“Keterlibatan Kreatifafa menunjukkan bahwa karya anak Indonesia bisa dibawa ke panggung dunia. Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat dukungan seperti apa Kreatifafa hadir tak sebatas untuk pasar lokal, melainkan juga tembus ke internasional dengan gabungan konten edukatif dan pendekatan visual interaktif dalam bentuk _pop-up book_ yang sungguh menarik,” ungkap Wamen Ekraf Irene Umar pada Selasa, 10 Februari 2026.


Program Istanbul Publishing Fellowship yang diadakan 10-12 Februari di Istanbul, Turki merupakan forum global bergengsi yang mempertemukan para pemimpin, inovator, dan kreator dari berbagai negara untuk membangun kolaborasi lintas budaya serta masa depan pendidikan lintas generasi. Kementerian Ekraf meyakini keikutsertaan delegasi Indonesia ke Turki bisa turut mempelajari teknologi dan tren baru subsektor penerbitan secara global.


Ajang Istanbul Publishing Fellowship 2026 menjadi pasar hak cipta (_copyright market_) bergengsi yang diselenggarakan oleh Turkish Press and Publishers Copyright & Licensing Society (TBYM) dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki. Kementerian Ekraf menilai program ini mampu mempertemukan kolaborasi penerbit global untuk perkenalan potensi industri kreatif, khususnya subsektor penerbitan Tanah Air.


Tahun lalu tepatnya bulan Juni, Wamen Ekraf Irene meresmikan kantor baru perusahaan penerbitan yang fokus pada produksi buku anak bertema edukasi dan keislamaan seperti Kreatifafa di Sleman, Yogyakarta. Sejumlah hak cipta judul buku dari Kreatifafa pun sudah dibeli dari negara Arab Saudi dan Jerman. Berarti, buku-buku anak terbitan Kreatifafa yang tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris mampu menjawab kebutuhan literasi anak secara global.


Sementara itu, CEO Kreatifafa Fatchul Hidayah Clairine Yuzlar menekankan bahwa misi besar Kreatifafa dibawa pada forum ini untuk membuka peluang kerja sama global bidang literasi dan pendidikan anak dari buku pop-up anak yang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat nilai kreativitas yang menjual.


“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk bertemu dengan banyak tokoh dari berbagai negara sekaligus berbagi cerita tentang Indonesia. Istanbul Fellowship menjadi langkah strategis untuk membuktikan bahwa karya anak bangsa memiliki standar kualitas yang setara, bahkan mampu bersaing di pasar global,” ucap Fatchul Hidayah.


Indonesia bukan lagi sebagai konsumen konten asing, tetapi memegang peran sebagai produsen bagi buku-buku berkualitas yang layak dikonsumsi dunia. Partisipasi ini diharapkan mampu memicu semangat industri penerbitan Indonesia memiliki daya tawar terhadap pasar internasional.


*Kiagoos Irvan Faisal*

*Kepala Biro Komunikasi*

*Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif*


Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif, 

kunjungi https://ekraf.go.id/news

Komentar

Halaman

KANIT BINMAS POLSEK SUMUR BRIPKA ERIK FIRMASAH SAMBANG DAN RAWAT KEBUN JAGUNG PROGRAM KETAPANG

Wakapolda Banten Hadiri Panen Raya Padi Organik PS-08, Perkuat Ketahanan Pangan dan Semangat Bela Negara

HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang?

PELATIHAN PENJAMAH MAKANAN MBG CIPINING DESA TUNGGAL JAYA

LaNyalla: MBG Bukan Sekadar Piring Makan, tapi “Piring Peluang” bagi Ekonomi Daerah