PUPR Kemana..! Pengerjaan Proyek Jalan Rigit Bumi Jawa Tanjung Kusuma Anggaran 2026 Sarat Sarat Penyimpangan
PUPR Kemana..! Pengerjaan Proyek Jalan Rigit Bumi Jawa Tanjung Kusuma Anggaran 2026 Sarat Sarat Penyimpangan
MKO, Pekerjaan Preservasi Ruas Jalan Bumi Jawa - Tanjung Kesuma pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Timur dengan Pagu Rp. 62.907.658.000 (Enam Puluh Dua Milyar Sembilan Ratus Tujuh Juta Enam Ratus Lima Puluh Delapan Ribu) Tahun Anggaran 2026 merupakan salah satu implementasi dari perencanaan pemanfaatan dana pinjaman dari SMI.
Pekerjaan Reservasi Ruas Jalan Bumi Jawa - Tanjung Kesuma ini merupakan ruas jalan yang menghubungkan jalur transportasi dari kecamatan Batanghari Nuban menuju kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Pekerjaan ini merupakan impian banyak masyarakat Batanghari Nuban dan Purbolinggo secara khusus, dan umumnya masyarakat Lampung Timur, mengingat Ruas Jalan ini sudah sangat lama mengalami kerusakan, meski beberapa kali ada perbaikan namun tidak memberikan dampak yang signifikan.
Dengan adanya Reservasi Ruas Jalan Bumi Jawa Tanjung Kusuma ini diharapkan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat mempersembahkan Layanan Lalu Lintas yang Optimal bagi masyarakat khususnya warga Batanghari Nuban dan Warga Purbolinggo.
Berdasarkan penelusuran di lokasi pekerjaan tidak ditemukan Papan Informasi Pekerjaan sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan terkesan ditutup-tutupi, siapakan perusahaan penyedia jasanya, berapakah nilai kontraknya; tentu hal ini menimbulkan berbagai dugaan sehingga banyak pihak yang menyoroti pekerjaan reservasi jalan bumi jawa tanjung kusuma tersebut.
Beberapa hal yang menjadi pertanyaan warga sekitar mengingat pekerjaan ini dilaksanakan terkesan kucing-kucingan. dari keterangan para pekerja tidak satupun pertanyaan awak media yang mendapatkan jawaban seperti apa nama perusahaan penyedia jasa, dimana basecamp atau direksi kit, dimana dipasangnya papan informasi pekerjaan, perusahaan manakah yang memasok campuran beton atau ready mix, siapa konsultan pengawasnya. keseluruhan pertanyaan tersebut dijawab dengan ungkapan "tidak tau".
Pelaksanaan Pekerjaan Perlu Pengawasan Ketat
Warga Batanghari Nuban (AH) yang berada dilokasi saat awak media meliput menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara sembrono, dimana banyak besi tulangan terpasang tidak sebagaimana mestinya serta beton yang dicurahkan dari kendaraan pengangkut beton seperti tidak bermutu.
"itu mas, lihat. pekerjaan ini sembrono, masak besi-besi itu dibiarkan seperti itu; harusnya khan dirapikan dulu, baru di cor, udah gitu semen cor-corannya kayak gak bermutu. ada yang ke-enceran, ada yang ke-kentalan" ujar AH kepada awak media
Denga adanya fakta lapangan seperti ini, tentu masyarakat berharap kepada pemerintah benar-benar melaksanakan pengawasan, tidak hanya mempercayakan pengawasan kepada konsultan, mengingat tingkat kehadiran konsultan dilapangan dirasakan sangat minim.
"kami gak tahu, siapa konsultan pengawasnya mas; ini kayak gak ada yang ngawasin. pengawas yang ada kayaknya cuma pengawas lapangan dari kontraktor aja". Tambah AH.
Dugaan Ready Mix Tidak Sesuai Standar
Dari penelusuran awak media bahwa readymix untuk pekerjaan Reservasi Ruas Jalan Bumi Jawa Tanjung Kusuma ini diduga dipasok oleh PT. TUBAN PRIMA ENERGI LAMPUNG (PT. TPEL) yang berada di Kecamatan Purbolinggo, namun sampai dengan berita ini dirilis belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT. TPEL
Pengamat Kontruksi dari Lingkar Konstruksi Lampung, Bapak Riswandi menyampaikan bahwa Produk Readymix yang digunakan pada konstruksi bangunan Pemerintah harus memenuhi banyak persyaratan, baik persyaratan teknis berstandar PU dalam hal ini standar SNI. mulai dari gradasi agregat, mutu agregat hingga formulasi semen bahkan rasio penggunaan air. semuanya harus memenuhi kriteria sehingga dapat menghasilkan mutu beton yang diharapkan.
"Produk Readymix yang digunakan pada konstruksi bangunan Pemerintah harus memenuhi banyak persyaratan, baik persyaratan teknis berstandar PU dalam hal ini standar SNI. mulai dari gradasi agregat, mutu agregat hingga formulasi semen bahkan rasio penggunaan air. semuanya harus memenuhi kriteria sehingga dapat menghasilkan mutu beton yang diharapkan." Jelas Bapak Riswandi
"Disamping itu peralatan-peralatan yang digunakan oleh Perusahaan Penyedia readymix juga harus telah lulus uji skala, sehingga indikator output produk readymix benar-benar sesuai standar yang dicari." Pungkasnya
Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Saat Kunjungan awak media ke Perusahaan Penyedia Readymix, ditemukan bahwa ada 1 (satu) unit kendaran (Colt Diesel) sedang melakukan aktifitas bongkar muatan, beruapa beberapa Jerigen (Wadah BBM Solar) yang berisi Biosolar yang merupakan BBM Bersubsidi. menurut keterangan Sopir yang membawa BBM Bersubsidi tersebut menyampaikan bahwa ini (Biosolar) punya Mas GN.
"Ini punya mas GN pak." Ujar sopir
Sedangkan pekerja yang berada di lokasi PT. TPEL, menyampaikan kepada awak media bahwa sedang kehabisan stok BBM Non Subsidi, sehingga terpaksa membeli BBM Subsidi.
"Ini karna kehabisan saja mas." ungkap sang pekerja yang tidak bersedia menyebutkan namanya tersebut
ironi memang, ditengah-tengah sulitnya ketersediaan BBM Subsidi, Perusahaan ini Kehabisan BBM Non Subsidi namun mudah mendapatkan BBM Bersubsidi.(sls)