Jangan Gengsi Berobat ke RSUD Berkah



PANDEGLANG-Mediakotaonline.com
Bupati Kabupaten Pandeglang mengaku prihatin dengan masih minimnya tingkat kepercayaan pegawai Pemkab Pandgelang khususnya dan masyarakat pada umumnya terhadap pelayanan RSUD Berkah Pandeglang. Menurut Bupati Pemkab selama ini terus melakukan perbaikan infastruktur dan pelayanan RSUD sehingga bupati ingin jangan ada lagi kata gengsi berobat ke RS sendiri.
          “Selama ini masih ada anggapan miring terhadap RSUD. Kami harapkan ini jangan mematahkan semangat pegawai RSUD untuk terus mengoptimalkan pelayanan dan menunjukkan jika di RSUD terus ada perbaikan. Dalam kesempatan ini saya sebagai bupati menghimbau kepada pegawai untuk menggunakan layanan RSUD Berkah, buang rasa gengsi itu,” demikian kata Bupati disela-sela persemian ruang utama dan ICU RSUD, Kamis (30/5).
          Kata Bupati, peresmian ruang utama yang menggunakan anggaran TP pemerintah pusat adalah langkah maju untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasein. “Gedung baru plus ICU adalah hasil dari upaya pemerintah memaksimalkan pelayanan. RSUD adalah cerminan masyarakat layanan kesehatan Pandeglang sehingga harus dijaga,” kata Bupati seraya menyatakan Pemkab Pandgelang juga menyekelohkan 12 calon dokter yang nantinya akan ditugaskan di RSUD.
          Hadir dalam persemian ini Sekda Pandglang Dodo Juanda, Asisten Administrasi Umum Ida Novaida, Kepala DPKPA Parjyio Sukarto, dan beberapa top manajer RSUD. Tidak terlihat pejabat Dinas Kesehatan dalam persemian ini.
          Sementara itu, Direktur RSUD Susi Badrayanti dalam kesempatan ini meminta bantuan kepada pegawai Pemkab agar bertobat ke RSUD. Katanya, banyak perubahan di RSUD antara lain adanya ruang utama baru, VIP  yang akan digunakan ruang kelas 1 dan ICU. “Selama ini banyak kendala dalam mengelola RSUD untuk itu kami mohon bantuan dari pegawai Pemda. Ke depan kami ingin RSUD naik kelas dari C ke B,” harapnya.(ham)

         

Komentar

Halaman

Diduga Langgar UU KIP, Proyek Irigasi di Munjul Pandeglang Tuai Sorotan

Melalui Talkshow RRI Banten, Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Karhutla dan Konsekuensi Hukum Pembakaran Lahan

Ketum FORSIMEMA-RI Dorong Penguatan Sinergi Melalui Agenda Coffee Morning di Media Centre PN dan Pengadilan Tingkat Banding

Mendes Yandri Minta Masyarakat Waspadai Konten Medsos yang Menyesatkan

Dugaan Permasalahan Limbah SPPG Saketi, FORJA Banten Dorong BGN Lakukan Audit dan Evaluasi Korcam