Wamen LH Serukan Mahasiswa Internasional Tinggalkan Budaya Konsumtif demi Lingkungan
MKO, Jakarta Rabu 22Juli 2026 , Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengajak mahasiswa untuk mengurangi perilaku konsumtif dalam rangka mendukung kelestarian lingkungan.
"Apa yang bisa dilakukan sebagai pelajar? Kalian bisa memanfaatkan transportasi umum semaksimal mungkin, pastikan untuk menggunakan barang-barang lokal untuk mengurangi emisi dari logistik, dan yang terpenting, usahakan untuk tidak konsumtif, karena semakin banyak kalian mengonsumsi, semakin banyak limbah yang dihasilkan," ajak Wamen Diaz.
Hal ini Wamen Diaz sampaikan secara daring dalam acara pembukaan The 6th Summer School on Resilient Futures: Multidisciplinary Strategies for Climate Adaptation and Disaster Risk Reduction untuk mahasiswa pascasarjana Universitas Airlangga. Acara ini mengundang berbagai mahasiswa internasional yang akan mengikuti program kuliah di Universitas Airlangga dari negara-negara seperti Afganistan, Mesir, India, Italia, Malaysia, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Taiwan, Uganda, dan lainnya.
Wamen Diaz mengingatkan bahwa semakin tinggi perilaku konsumtif, semakin besar pula limbah dan emisi yang dihasilkan. Oleh karena itu, Wamen Diaz mendorong mahasiswa untuk memulai dari langkah-langkah kecil guna mewujudkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
"Produksi yang berlebihan menimbulkan dampak buruk, tidak hanya berupa emisi, tetapi juga limbah. Makan secara berlebihan menghasilkan food waste, produksi pakaian berlebihan menghasilkan limbah pakaian, dan penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan menghasilkan limbah plastik, sehingga semakin banyak pula masalah yang timbul," tegas Wamen Diaz
Mengurangi perilaku konsumtif juga menjadi hal penting mengingat kondisi timbunan sampah di Indonesia saat ini. Wamen Diaz menilai bahwa volume sampah yang menumpuk di sejumlah TPA berpotensi menimbulkan dampak berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Dari seluruh sampah yang kita hasilkan setiap tahun sebagai masyarakat Indonesia, hanya 25% yang berhasil dikelola. Banyak yang berakhir di TPA, namun kebanyakan sampah tersebut tidak dipilah atau dikelola dengan baik. Penumpukan sampah ini dapat memicu risiko kebakaran, terutama dengan adanya fenomena El Niño yang dampaknya diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Agustus hingga September," ujar Wamen Diaz.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Diaz mengajak para peserta merefleksikan kembali hubungan mendasar antara manusia dan lingkungan, khususnya pentingnya sungai sebagai penopang kehidupan dan peradaban. Menurutnya, kondisi sungai yang kini semakin tercemar menunjukkan masih lemahnya pengelolaan limbah yang harus segera dibenahi.
"Di mana peradaban manusia berawal? Mengapa peradaban manusia berkembang di sepanjang lembah sungai? Karena kita membutuhkan air. Namun ironisnya, mengapa kita mencemari sungai kita hari ini? Jadi, inilah dampaknya, dampak dari pengelolaan limbah yang tidak baik,” tutur Wamen Diaz.
Informasi Tambahan:
Acara pembukaan diselenggarakan di ASEEC Tower, Universitas Airlangga, Surabaya. Turut hadir dalam acara ini adalah Wakil Rektor Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair, Prof. Moch. Amin Alamsjah dan Direktur Sekolah Pascasarjana Unair, Prof. Achmad Chusnu Romdhoni.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

Komentar
Posting Komentar