Proyek Revitalisasi SDN Ciodeng 1 Senilai Rp817 Juta Disorot


Proyek Revitalisasi SDN Ciodeng 1 Senilai Rp817 Juta Disorot

MKO Pandeglang- Proyek pembangunan dan pembenahan sarana pendidikan yang dibiayai negara di Kabupaten Pandeglang mendapat sorotan. Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Ciodeng 1, Kecamatan Sindangresmi, diduga menggunakan bahan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.


Berdasarkan papan informasi di lokasi kegiatan pada Senin (21/09/2026), proyek didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp817.399.655,- dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak Juli hingga Desember 2026.


Dugaan penyimpangan terlihat dari fisik material baja ringan,  bagian kanal reng baja di lokasi. Material tersebut tampak melengkung dan terlalu lentur, sehingga dinilai berada di bawah standar kualifikasi teknis. Kondisi ini mengancam kekuatan struktur atap dan berpotensi membahayakan keselamatan para siswa serta guru di masa depan.


Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau. Armin  menyoroti  kualitas bahan material serta transparansi pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).


"Penggunaan material kanal reng baja ringan dinilai terlalu lentur dan diduga  tidak memenuhi standar distruktur pembangunan yang mana mestinya. Selain itu, transparansi pembentukan P2SP yang diketuai langsung oleh Kepala Sekolah sangat meragukan," tegas Armin saat memantau lokasi, Senin (21/09/2026).


Tata kelola proyek diperkuat oleh pengakuan Ketua Komite Sekolah SDN Ciodeng 1, Supendi. Ia mengaku dilibatkan sebagai sekretaris P2SP, tidak jadi ketua di pembentukan panitia tersebut, menurutnya dengan alasan kendala komunikasi akibat pergantian nomor kontak.


"Seharusnya memang saya yang jadi ketua P2SP. Namun karena saya sempat putus komunikasi dan ganti nomor kontak, jadi ketika pihak sekolah membutuhkan pembentukan P2SP disitulah kepala sekolah yang menjadi  ketua P2SPnya, ini juga baru sekarang-sekarang bisa terhubung lagi. Adapun terkait material baja ringan yang lentur, sudah saya sampaikan ke Kepala Sekolah dan beliau hanya mengiyakan saja," ungkap Supendi.


Supendi menambahkan bahwa keterlibatannya di lapangan hanya megawasi dan menghitung barang yang turun dari material ke sekolahan , seluruh proses pengadaan barang dipegang penuh oleh pihak sekolah.


"Saya tidak mengetahui lebih jauh terkait barang material, tugas saya hanya mengawasi dan menghitung jumlah barang material yang turun, karena yang belanja seluruh bahan material adalah Ibu Kepala Sekolah," pungkasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah SDN Ciodeng 1 belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui panggilan telepon  secara berulang kali Kepala Sekolah tersebut belum juga menyambung.

Sholeh

Halaman

Mendagri Minta Pemda Optimalkan Tujuh Kanal Penyaluran Beras SPHP

Polda Banten Pastikan Tiga Jenis Barang Temuan Hari ke-5 Bukan Milik Kapal yang Lost Contact

Polda Banten Pastikan Temuan Benda dan Jenazah Tak Berkaitan dengan Speed Boat Arupadatu

Hari Perdamaian Internasional, Kapolda Banten Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan