Penyaluran Bantuan Beras Bulog, Sekitar 2 Ton di Duga Dijual Ke Pengusaha Lokal
MKO Pandeglang-Banten- Penyaluran bantuan pangan berupa beras Bulog di Desa Turus Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang-Banten, diduga bermasalah. Beras bantuan kurang lebih sebanyak dua ton disinyalir kuat telah dijual oleh seorang oknum berinisial A kepada pengusaha lokal berinisial S.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, transaksi gelap bantuan beras Bulog diperkirakan menyentuh angka puluhan juta rupiah.
"Waktu penyaluran kemarin, dua ton kurang lebih, informasinya dijual kepada inisial S oleh inisial A. Dari penjualan itu, oknum tersebut meraup uang kurang lebih sekitar Rp20 juta . Coba saja turun langsung ke lapangan," ungkap sumber tersebut kepada awak media.
Menindaklanjuti dengan adanya informasi tersebut tim media melakukan penelusuran langsung ke lokasi pada Sabtu (12/9/2026).
Saat mendatangi kediaman S selaku pengusaha yang diduga membeli beras bantuan tersebut, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Istri S membenarkan atas tempat tinggalnya serta keberadaan suaminya.
"Iya pak benar ini rumahnya, suami saya lagi tidak ada, lagi kerja di luar," ujar sang istri S dengan singkat
Di lokasi terpisah, terduga penjual berinisial A secara tegas membantah keterlibatannya dalam transaksi tersebut. Ia berdalih tidak mengetahui adanya ajang jual-beli beras Bulog dan mengklaim keberadaannya di lokasi penyaluran hanya sebatas membantu.
"Saya tidak mengetahui terkait hal itu karena saya bukan perangkat desa. Waktu penyaluran saya cuma bantu-bantu mengantrikan keuarga penerima manfaat (KPM)," kata A.
Namun, selang beberapa menit, A secara mendadak menyatakan perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak lain berinisial A.G terkait persoalan ini.
"Begini saja, tunggu kabar dari saya sampai sore ini, nanti saya hubungi. Saya perlu koordinasi dulu dengan A.G," pungkas A selaku terduga penjual
Sementara hingga berita ini diterbitkan inisial A dan A.G belum memberikan keterangan secara resmi ataw klarifikasi lanjutan mengenai dugaan penyelewengan bantuan beras bulog tersebut.
Shaleh
