Presiden Prabowo Tekankan Komunikasi Pemerintah yang Sederhana dan Dialogis

Presiden Prabowo Tekankan Komunikasi Pemerintah yang Sederhana dan Dialogis
 
MKO, Humas setneg R.I Senin, 05 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di kediamannya, pada Minggu (04/10/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas penguatan peran Bakom dalam membangun komunikasi pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap bagaimana program dan kebijakan pemerintah dikomunikasikan kepada publik. Komunikasi tersebut diharapkan tidak hanya menyampaikan program pemerintah, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Badan Komunikasi Pemerintah dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Seskab, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana agar komunikasi pemerintah dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat. Informasi yang disampaikan juga tidak cukup hanya menjelaskan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi perlu memberikan pemahaman mengenai arah dari setiap kebijakan.

Selain menyampaikan informasi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Seskab menyebut bahwa Bakom diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi pemerintah untuk mendengar berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun pola komunikasi pemerintah yang terbuka dan dialogis. Pemerintah tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pihak yang mendengar dan merespons suara masyarakat.

“Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus memastikan suara dan aspirasi masyarakat dapat didengar oleh pemerintah,” tutur Seskab. 

(BPMI Setpres)

Halaman

Ketum P2N Sekaligus Dirut PT Panca Properti Nusantara Audiensi di Kadin Lampung Selatan, "Tangkap Peluang Investasi Kedepan di Lampung Selatan"

KECEWA KCD DINILAI TUTUP MATA, P3B LEMPAR TELUR DI DEPAN KANTOR KCD PENDIDIKAN PANDEGLANG

Mendagri Minta Pemda di Kawasan Rebana Tingkatkan Iklim Investasi

Hasil Uji BRIN: 100 Persen Pengguna Vape Kena Diabetes, 92 Persen Paru-paru

Penetapan 3 (TIGA) Orang Tersangka Perkara Dugaan tindak Pidana Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batanghari Sembilan Di Jalan Mayor Ruslan Palembang