KARHUTLA: HUTAN TERBAKAR ATAU DIBAKAR?

KARHUTLA: HUTAN TERBAKAR ATAU DIBAKAR?

MKO - Indonesia dikenal sebagai Paru-Paru Dunia. Kekayaan hutan tropis, savana yang luas, serta flora dan fauna yang beragam adalah warisan alam yang tak ternilai.

Namun setiap tahun kita menghadapi tragedi yang sama. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) muncul dari Kalimantan, dari Sumatera, hingga lereng-lereng gunung. Api merambat cepat, asap mengepung, bahkan melintasi batas negara.

Dampaknya nyata. Bayi, anak-anak sekolah, hingga orang tua terpaksa menghirup udara beracun. Mata pedih, jarak pandang terbatas, aktivitas lumpuh. Di sisi lain, flora dan fauna sebagai warisan alam terancam punah dilahap Si Jago Merah.

Hingga akhirnya, negara tetangga pun menuntut pertanggungjawaban Indonesia.

Pertanyaan besarnya adalah: Apakah hutan ini terbakar secara alami akibat pemanasan global, atau justru ada tangan-tangan yang sengaja membakar untuk membuka lahan baru demi kebun sawit dan kepentingan korporasi besar?

Pola lama: Bakar, jadi abu, sulap jadi kebun, lalu jadi pundi-pundi uang. Sementara rakyat yang menanggung sesaknya.

Hutan adalah warisan kehidupan, bukan untuk diwariskan dalam bentuk abu.

Jakarta, 22 Oktober 2026

Oleh: Putri Nabila Damayanti, SH (Aktivis Pemuda)

Halaman

P2N & PT Fito Fajar Jaya Diskusi dengan BUMD Lampung Selatan Maju dan Kadin Lampung Selatan — Dukung Investor Nyaman, Aman, Berkelanjutan di Katibung

POLSEK SUMUR GIAT PATROLI PULAU TERLUAR

Dugaan Pungli PPDB MTs Al-Washliyah 30 Memanas, Kakan Kemenag dan Kasi Pendis Sergai Bungkam Seribu Bahasa

PT Panca Properti Nusantara Dapat Dukungan Pendanaan 3.000 Hektar dari PT Fito Fajar Jaya Untuk Kawasan Ekonomi Terpadu Sumatera

Perangi Malaria, Polres Sergai dan Kecamatan Teluk Mengkudu Gelar Gotong Royong Massal dan Gerakan "Zero Malaria."